Prediksi Sepakbola - VIVASPORTBOLA

Mengintip Renovasi Stadion Gelora Bung Karno


Mengintip Renovasi Stadion Gelora Bung Karno
Mengintip Renovasi Stadion Gelora Bung Karno


Berita Bola - Indonesia kembali mendapatkan kepercayaan untuk menggelar event olahraga bertaraf internasional yaitu Asian Games 2018 yang akan berlangsung di dua kota besar yaitu Jakarta dan Palembang. Stadion Utama Gelora Bung Karno yang merupakan stadion kebanggaan Indonesia kini pun sedang berbenah.

Gedung olahraga ini dibangun mulai sejak pada tanggal 24 Agustus 1962 sebagai kelengkapan sarana dan prasarana dalam rangka Asian Games 1962 mulai buka diresmikan sejak pada tanggal 24 Agustus 1962 yang diadakan di Jakarta.

BACA JUGA:
Neymar Tuntut Uang Bonus Dari Barcelona
Southampton Gaet Gelandang Muda Juventus
Misi 200 Gol Rooney

Tahap pengerjaan sampai dengan minggu ke-51 telah mencapai 82 % dengan sisa waktu 64 hari kedepan. Meskipun jumlah kapasitas kursi penonton berkurang dari 90.000 menjadi 76.000, namun dengan kualitas kursi yang lebih nyaman dan berstandar Internasional.

Selain akan menjadi tempat pembukaan Asian Games 2018 dan pertandingan di cabang sepak bola, Stadion GBK juga memiliki lintasan yang akan dipergunakan untuk cabang atletik. Stadion Gelora Bung Karno (GBK) juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti commercial area, taman dan fasilitas pelengkap lainnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi datang menyambangi stadion kebanggaan Indonesia yang dipersiapkan untuk ajang Asian Games 2018 tersebut.
tim berita bola juga turut menghadiri kunjungan bersama Menpora yang sudah hadir pada pukul 16.20 WIB. Kedatangan Imam sendiri langsung disambut oleh Direktur Utama Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Wikrama Wardana. Dalam kesempatan awal, Wikrama langsung mengajak Menpora untuk memasuki pintu barat stadion.

Sesampainya di dalam stadion, Wikrama langsung mengatakan bahwa proses pembangunan sudah mencapai 82 persen. Setelah menjelaskan teknis pembangunan, Wikrama mengajak Menpora untuk mengecek kelayakan rumput dan juga gawang. Tak lama berselang, Imam berkeliling melihat kondisi pemasangan kursi yang juga telah mencapai 50 persen pengerjaannya.

Usai berkeliling selama setengah jam, Imam mengaku bangga dengan progres pengerjaan yang terus dikebut. Lebih dari itu, diakui Imam, dia sudah lama tak mengunjungi stadion itu semenjak terakhir kali pada Ramadhan lalu.

"Saya bersyukur hari ini bisa kembali mengunjungi Stadion GBK. Kita bisa sama-sama melihat bagaimana perkembangan pembangunan yang sungguh luar biasa," ujar Imam.
"Kita juga sama-sama melihat bagaimana rumputnya yang terus dirawat dengan terus disirami, mencoba kekuatan mistar gawang, dan yang menarik, kursi-kursi yang nantinya akan diduduki oleh tamu dari seluruh Asia ini sungguh sudah nyaman."


Renovasi Stadion GBK Mencapai 80 Persen

"Dan yang patut kita apresiasi tentu dengan adanya desain warna merah putih pada kursi stadion. Musik-musik sudah diperdengarkan dengan lagu kebanggaan, yang mana sound system-nya juga saya nilai sudah layak dan pantas untuk bisa dinikmati seluruh tamu agung yang nanti berkunjung. Ini sungguh luar biasa," jelas Imam.
Jika sesuai dengan jadwal, pembangunan SUGBK sendiri akan selesai pada Oktober 2017 mendatang dan beberapa bulan berselang, tepatnya pada Januari 2018, akan dilaksanakan test event. Kendati demikian, di tengah progres yang mencapai 82 persen, masih ada beberapa kekurangan, khususnya dalam soal fasilitas bagi penyandang disabilitas. 

Seperti diketahui, setelah penyelenggaraan Asian Games 2018 yang akan dihelat mulai Agustus hingga September, akan digelar pula Asian Para Games (kejuaraan untuk penyandang disabilitas) pada Oktober 2018.
"Indonesia sudah betul siap jadi tuan rumah Asian Games dan Asian Para Games karena progresnya sudah melampaui target dengan telah menyentuh angka 82 persen. Januari kita juga akan bersiap dengan menggelar test event dan kita lihat progresnya sekarang, saya sangat optimistis venue bisa selesai tepat waktu."

Sejak ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games 2018 menggantikan Vietnam yang mengundurkan diri karena tak sanggup secara finansial, Indonesia memang telah mengeluarkan dana yang tak sedikit. Tercatat, untuk pembangunan infrasrtuktur baru penunjang dan renovasi venue, Pemerintah Indonesia telah menggelontorkan dana puluhan triliun rupiah.

"Nominalnya sebesar Rp 769.690.870.000 dan termasuk Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10% untuk renovasi GBK. Belum termasuk akuatik, Istora, dan yang lain-lain di kawasan GBK ini. Artinya, dari nilai ini kita bisa melihat ada perubahan yang sangat signifikan. Nah, perubahan yang signifikan itulah yang perlu kita syukuri. Bahwa kita sudah melampaui target 82 persen atau 4 persen lebih baik dari yang ditargetkan sebelumnya, 78%."

"Menurut saya paling oke itu, pertama lampu, sound system, kursi, dan akses untuk atlet disabilitas, kemudian solar panel. Nah, ini kan yang membuat di masa mendatang akan ada efisiensi, yang mana selama ini kan [menggunakan] energi listrik, sekarang kita akan manfaatkan dari solar panel," kata Imam.

"Kemudian yang paling penting adalah saat Asian Games nanti, perhelatan olahraga, itu pasti akan memberikan legacy. Kita akan punya legacy yang juga luar biasa secara teknologi. Kita bisa beradaptasi dengan stadion-stadion di belahan bumi yang lain," jelasnya.


Renovasi Stadion GBK Mencapai 80 Persen

Sebagai tambahan, kapasitas kursi stadion yang dulunya 90.000 saat ini dikurangi menjadi 76.187. Berkurangnya kapasitas itu terjadi karena semua tribun akan dilengkapi tempat duduk. Selain itu, fasilitas untuk penonton difabel juga diperbaiki di mana 1.000 kursi telah disiapkan.
Lebih dari itu, kata Imam lagi, perbaikan stadion ini nantinya juga akan berpengaruh pada perbaikan sistem ticketing.

"Nantinya, untuk tiket penonton sendiri, harapan kita mendatang, kursi sudah ada nomornya. Seperti kita nonton bioskop. Jadi, suporter bola nanti masuk ke GBK sudah sesuai dengan karcis. Dengan one man one ticket, sudah otomatis berpengaruh juga kepada teknologi ticketing. Saya kira, [di masa] mendatang mesti dikelola secara profesional. 

Tidak ada lagi model-model yang terjadi seperti kemarin harus lewat calo dan sebagainya. Dari masuk sampai keluar harus betul-betul diawasi."
"Tapi, untuk bisa tercapai dengan baik tentu semuanya perlu ada payung hukum yakni Inpres (Instruksi Presiden). Nah, kami sedang kami siapkan Inpres itu. Dan karena ini bukan bangun baru/hanya renovasi, pasti cepat [Inpres-nya]," tutup Imam.

Tidak ada komentar

close
Bandar Bola Piala Dunia 2018 | Casino Online Terbaik | Situs Poker Terbaik